Sabtu, 30 Mei 2026

KETIKA ALAM BEBAS MENJADI TREN: PENTINGNYA PENGETAHUAN KESELAMATAN DALAM KEGIATAN OUTDOOR


Belakangan ini masyarakat dikejutkan oleh pemberitaan mengenai meninggalnya empat anggota keluarga yang sedang berkemah di kawasan wisata Posong, Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Hingga saat ini penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik, namun dugaan sementara mengarah pada kemungkinan keracunan gas hasil pembakaran dan atau keracunan makanan.

Terlepas dari hasil akhir penyelidikan, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kegiatan di alam bebas bukanlah aktivitas tanpa risiko. Kecelakaan di alam bebas sering kali tidak hanya disebabkan oleh kondisi alam, tetapi juga oleh kurangnya pemahaman terhadap prosedur keselamatan yang seharusnya diterapkan selama kegiatan berlangsung.

Selasa, 27 Februari 2024

DARI MANA ASAL KUPU-KUPU?

Manfaat kupu-kupu dalam ekosistem sangat penting. Tak hanya sebagai serangga penyerbuk, kupu-kupu juga menjadi indikator lingkungan sehat dan digunakan peneliti untuk memantau perubahan iklim, serta sebagai pengendali hama dan mengurangi polusi udara.

Kupu-kupu menjadi salah satu kelompok serangga yang paling banyak dipelajari. Namun sejarah evolusi dan asal keanekaragaman kupu-kupu, sayangnya tidak dipahami dengan baik. Dalam sebuah studi baru, peneliti akhirnya mengungkapkan salah satu misteri kupu-kupu, yakni asal serangga tersebut. Dikutip dari Nature, Jumat (30/6/2023) studi genom menunjukkan bahwa kupu-kupu berasal dari tempat yang sekarang menjadi Amerika Utara bagian barat atau Amerika Tengah. Dalam studi tersebut tim peneliti internasional mengurutkan 391 gen dari hampir 2.300 spesies kupu-kupu, diambil sampelnya dari 90 negara dan 28 koleksi spesimen.

Kamis, 27 Mei 2021

CERITA WANITA YANG HILANG DAN BERTAHAN HIDUP 17 HARI DI HUTAN HAWAII

 

Amanda Eller ditemukan selamat setelah hilang 17 hari di hutan Hawaii. Begini cerita dramatisnya, saat dia bertahan hidup tanpa perbekalan.  Dirangkum detikcom dari CNN, Minggu (26/5/2019) wanita itu bernama Amanda Eller. Ceritanya pada tanggal 8 Mei kemarin, Amanda mendatangi Makawao Forest Reserve di Maui, Hawaii untuk trekking. Namun setelahnya, Amanda tidak ada kabar. Pihak keluarga lantas mendatangi tempat tersebut, yang kemudian ditemukan mobil miliknya dan ponselnya.

Pencarian besar-besaran lantas dilakukan tim SAR sampai menggunakan helikopter. Hingga akhirnya pada Sabtu (24/5) kemarin setelah 17 hari, tim helikopter berhasil menemukan Amanda. Dia terlihat ada di antara 2 air terjun jauh di dalam hutan! Amanda ditemukan dalam keadaan selamat, meski kakinya terluka parah dan tubuhnya terlihat kurus.

Bagaimana Amanda bertahan hidup di dalam hutan tersebut?

Dalam wawancara dengan New York Times, Amanda menceritakan kisah bertahan hidupnya selama 17 hari di hutan Hawaii. Pertama, dia menjelaskan kalau dirinya hanya trekking singkat. Tapi justru, tersesat saat mau kembali ke mobil. "Saya tersesat saat itu. Ketika saya berjalan ke arah mobil, rasanya malah makin masuk ke dalam hutan," kata Amanda.

SERUPA TAPI TAK SAMA, KENALI BEDA KATAK DAN KODOK

 

Katak dan kodok sama-sama merupakan hewan amfibi alias makhluk hidup yang dapat hidup di darat dan air. Keduanya juga memiliki masa hibernasi dan musim kawin yang sama. Meski secara fisik keduanya terlihat sama, sebenarnya terdapat perbedaan katak dan kodok yang cukup banyak.

Perbedaan mencolok pertama terlihat pada tekstur kulit. Merujuk Livescience, katak dan kodok memiliki tekstur kulit berbeda. Tekstur kulit pada katak lebih halus dan lembap. Secara visual, kulit katak terlihat tipis dan mudah kering, sehingga katak tidak pernah jauh dari genangan air maupun tempat lembap. Sementara kodok memiliki tekstur kulit yang kasar dan kering. Pada kulitnya juga terdapat banyak tonjolan kecil di sekujur tubuh. Kulit kodok juga terasa lebih tebal dan kering sehingga lebih mampu bertahan hidup di tempat yang kering.

Perbedaan kedua terletak pada warna. Warna kulit katak biasanya cerah serta beragam, seperti kuning, merah, biru, dan lain sebagainya. Selain cerah, kulit katak juga terlihat lebih mengilap. Sementara pada kodok umumnya hanya memiliki dua warna yakni cokelat dan hijau, melansir Discoverwildlife.

Kamis, 29 April 2021

SETENGAH KEHIDUPAN ALAM LIAR TERANCAM PUNAH DALAM 100 TAHUN…

 

Setengah dari kehidupan alam liar dan 60 persen tanaman di banyak hutan besar di dunia terancam punah dalam satu abad ke depan. Hal itu sangat mungkin terjadi jika manusia tidak segera bertindak menanggulangi pemanasan global.  Dilansir dari Time.com pada Kamis (15/3/2018), pernyataan di atas didapat dari hasil penelitian ilmiah oleh World Wildlife Fund, bekerja sama dengan Universitas Anglia Timur dan Universitas James Cook, yang dimuat di jurnal Climatic Change.

Hasil penelitian tersebut memperingatkan bahwa pemanasan global dan beragam fenomena terkait, seperti badai ekstrem, tidak teraturnya curah hujan, serta kekeringan panjang, dapat menimbulkan ancaman keras terhadap kelangsungan banyak biodiversitas, seperti lembah Sungai Amazon, Kepulauan Galapagos, bagian tenggara Australia, serta pantai-pantai di kawasan Eropa dan Karibia.

"Hari-hari yang semakin panas, kekeringan dalam waktu panjang, dan berbagai bencana intens lainnya akan dianggap 'kenormalan' baru, tapi mengancam kelangsungan makhluk hidup di banyak bagian di Bumi," ujar Nikhil Advani, ahli cuaca yang memimpin penelitian terkait.