Sabtu, 30 Mei 2026

KETIKA ALAM BEBAS MENJADI TREN: PENTINGNYA PENGETAHUAN KESELAMATAN DALAM KEGIATAN OUTDOOR


Belakangan ini masyarakat dikejutkan oleh pemberitaan mengenai meninggalnya empat anggota keluarga yang sedang berkemah di kawasan wisata Posong, Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Hingga saat ini penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik, namun dugaan sementara mengarah pada kemungkinan keracunan gas hasil pembakaran dan atau keracunan makanan.

Terlepas dari hasil akhir penyelidikan, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kegiatan di alam bebas bukanlah aktivitas tanpa risiko. Kecelakaan di alam bebas sering kali tidak hanya disebabkan oleh kondisi alam, tetapi juga oleh kurangnya pemahaman terhadap prosedur keselamatan yang seharusnya diterapkan selama kegiatan berlangsung.

Selasa, 27 Februari 2024

DARI MANA ASAL KUPU-KUPU?

Manfaat kupu-kupu dalam ekosistem sangat penting. Tak hanya sebagai serangga penyerbuk, kupu-kupu juga menjadi indikator lingkungan sehat dan digunakan peneliti untuk memantau perubahan iklim, serta sebagai pengendali hama dan mengurangi polusi udara.

Kupu-kupu menjadi salah satu kelompok serangga yang paling banyak dipelajari. Namun sejarah evolusi dan asal keanekaragaman kupu-kupu, sayangnya tidak dipahami dengan baik. Dalam sebuah studi baru, peneliti akhirnya mengungkapkan salah satu misteri kupu-kupu, yakni asal serangga tersebut. Dikutip dari Nature, Jumat (30/6/2023) studi genom menunjukkan bahwa kupu-kupu berasal dari tempat yang sekarang menjadi Amerika Utara bagian barat atau Amerika Tengah. Dalam studi tersebut tim peneliti internasional mengurutkan 391 gen dari hampir 2.300 spesies kupu-kupu, diambil sampelnya dari 90 negara dan 28 koleksi spesimen.

Kamis, 27 Mei 2021

CERITA WANITA YANG HILANG DAN BERTAHAN HIDUP 17 HARI DI HUTAN HAWAII

 

Amanda Eller ditemukan selamat setelah hilang 17 hari di hutan Hawaii. Begini cerita dramatisnya, saat dia bertahan hidup tanpa perbekalan.  Dirangkum detikcom dari CNN, Minggu (26/5/2019) wanita itu bernama Amanda Eller. Ceritanya pada tanggal 8 Mei kemarin, Amanda mendatangi Makawao Forest Reserve di Maui, Hawaii untuk trekking. Namun setelahnya, Amanda tidak ada kabar. Pihak keluarga lantas mendatangi tempat tersebut, yang kemudian ditemukan mobil miliknya dan ponselnya.

Pencarian besar-besaran lantas dilakukan tim SAR sampai menggunakan helikopter. Hingga akhirnya pada Sabtu (24/5) kemarin setelah 17 hari, tim helikopter berhasil menemukan Amanda. Dia terlihat ada di antara 2 air terjun jauh di dalam hutan! Amanda ditemukan dalam keadaan selamat, meski kakinya terluka parah dan tubuhnya terlihat kurus.

Bagaimana Amanda bertahan hidup di dalam hutan tersebut?

Dalam wawancara dengan New York Times, Amanda menceritakan kisah bertahan hidupnya selama 17 hari di hutan Hawaii. Pertama, dia menjelaskan kalau dirinya hanya trekking singkat. Tapi justru, tersesat saat mau kembali ke mobil. "Saya tersesat saat itu. Ketika saya berjalan ke arah mobil, rasanya malah makin masuk ke dalam hutan," kata Amanda.

SERUPA TAPI TAK SAMA, KENALI BEDA KATAK DAN KODOK

 

Katak dan kodok sama-sama merupakan hewan amfibi alias makhluk hidup yang dapat hidup di darat dan air. Keduanya juga memiliki masa hibernasi dan musim kawin yang sama. Meski secara fisik keduanya terlihat sama, sebenarnya terdapat perbedaan katak dan kodok yang cukup banyak.

Perbedaan mencolok pertama terlihat pada tekstur kulit. Merujuk Livescience, katak dan kodok memiliki tekstur kulit berbeda. Tekstur kulit pada katak lebih halus dan lembap. Secara visual, kulit katak terlihat tipis dan mudah kering, sehingga katak tidak pernah jauh dari genangan air maupun tempat lembap. Sementara kodok memiliki tekstur kulit yang kasar dan kering. Pada kulitnya juga terdapat banyak tonjolan kecil di sekujur tubuh. Kulit kodok juga terasa lebih tebal dan kering sehingga lebih mampu bertahan hidup di tempat yang kering.

Perbedaan kedua terletak pada warna. Warna kulit katak biasanya cerah serta beragam, seperti kuning, merah, biru, dan lain sebagainya. Selain cerah, kulit katak juga terlihat lebih mengilap. Sementara pada kodok umumnya hanya memiliki dua warna yakni cokelat dan hijau, melansir Discoverwildlife.

Kamis, 29 April 2021

SETENGAH KEHIDUPAN ALAM LIAR TERANCAM PUNAH DALAM 100 TAHUN…

 

Setengah dari kehidupan alam liar dan 60 persen tanaman di banyak hutan besar di dunia terancam punah dalam satu abad ke depan. Hal itu sangat mungkin terjadi jika manusia tidak segera bertindak menanggulangi pemanasan global.  Dilansir dari Time.com pada Kamis (15/3/2018), pernyataan di atas didapat dari hasil penelitian ilmiah oleh World Wildlife Fund, bekerja sama dengan Universitas Anglia Timur dan Universitas James Cook, yang dimuat di jurnal Climatic Change.

Hasil penelitian tersebut memperingatkan bahwa pemanasan global dan beragam fenomena terkait, seperti badai ekstrem, tidak teraturnya curah hujan, serta kekeringan panjang, dapat menimbulkan ancaman keras terhadap kelangsungan banyak biodiversitas, seperti lembah Sungai Amazon, Kepulauan Galapagos, bagian tenggara Australia, serta pantai-pantai di kawasan Eropa dan Karibia.

"Hari-hari yang semakin panas, kekeringan dalam waktu panjang, dan berbagai bencana intens lainnya akan dianggap 'kenormalan' baru, tapi mengancam kelangsungan makhluk hidup di banyak bagian di Bumi," ujar Nikhil Advani, ahli cuaca yang memimpin penelitian terkait.

Selasa, 09 Maret 2021

HINDARI PELECEHAN, CAPUNG BETINA PURA PURA MATI

 

Dalam dunia hewan, untuk melangsungkan kehidupannya hewan memiliki mekanisme adaptasi terhadap lingkungannya.  Umumnya adaptasi dilakukan untuk merespon perubahan lingkungan atau bertahan hidup.  Secara umum adaptasi hewan terbagi atas adaptasi morfologi (bentuk tubuh), adaptasi fisiologi (fungsi tubuh), dan adaptasi perilaku.  Salah satu bentuk adaptasi perilaku adalah thanatosis (perilaku pura-pura mati).  Pada hewan thanatosis adalah perilaku adaptif sebagai mekanisme pertahanan dalam menjaga kelangsungan hidupnya.  Umumnya perilaku thanatosis digunakan untuk menyelamatkan diri dari pemangsaan misalnya pada burung (Cyanocitta cristata), yang berpura-pura mati ketika bertemu predator. Namun sebaliknya perilaku ini juga digunakan oleh hewan untuk mendapatkan mangsanya, misalnya dilakukan oleh ikan (Nimbochromis livingstonii) dan kumbang (Claviger tertaceus) yang berpura-pura mati untuk mendapatkan mangsanya.  Perilaku thanatosis tidak hanya berlaku pada interaksi hewan terhadap spesies lainnya, namun perilaku ini juga digunakan oleh beberapa hewan individu jantan untuk menghindari pemangsaan dari pasangannya (kanibalisme seksual).  Thanatosis secara seksual adalah salah satu perilaku paling langka di alam.  Perilaku thanatosis pada pasangan kawin hewan telah dikenal pada laba-laba dan belalang sembah.  Pada kedua hewan tersebut, individu jantan akan dimangsa oleh pasangan betinanya sesaat setelah terjadinya kopulasi (sanggama).

Senin, 08 Maret 2021

TROIDES HELENA, SATWA EKSOTIK DIKALANGAN KOLEKTOR SERANGGA

 

Pernahkah kalian melihat kupu-kupu ini?

Kalau ada yang pernah melihatnya, mungkin kamu bisa terpilih sebagai duta konservasionis: yahh.. sebagai masyarakat awam mungkin melihat kupu-kupu ini sama saja seperti kupu-kupu biasa pada umumnya yang terbang disekitaran kita, padahal kupu-kupu satu ini sebagai satwa eksotik yang dilindungi keberadaannya.

Kupu-kupu ini sering ditemukan dalam perdagangan satwa liar karena popularitasnya di kalangan kolektor kupu-kupu.  Karena bisa mengancam populasi dari kupu-kupu, maka kupu-kupu dengan jenis Troides helena dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 106 tahun 2018 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, tercantum dalam Appendix II CITES, dan status Least Concern (LC) dalam International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List

Minggu, 07 Maret 2021

BERTEMU ULAR HITAM. PERTANDA?

 

Desa Bulili merupakan salah satu Desa yang berada di Wilayah Kecamatan Nokilalaki Kabupaten Sigi yang berbatasan langsung dengan wilayah administrasi taman nasional lore lindu. Masyarakat di Desa Bulili terfokus di bidang pertanian dan perkebunan yang merupakan potensi unggulan. Komoditas kakao, jagung, singkong, kemiri dan tanaman hortikultura sangat dominan didukung oleh lahan yang subur, iklim yang baik serta kemampuan petani dalam bidang pertanian yang memadai.

Saat ini komoditas kakao tidak produktif lagi menghasilkan buah sehingga masyarakat pemilik kebun lebih mengandalkan kemiri dalam pemenuhan kebutuhan perekonomian keluarga. Kemiri yang telah menghasilkan buah yang siap panen akan berjatuhan dengan sendirinya yang kemudian dikumpulkan oleh sang pemilik kebun.

Ketika sedang mengumpulkan buah kemiri yang berserakan disekitar pohonnya, pemilik kebun sekaligus penulis bersama rekan yang juga anggota Rimpala Gagas (Syarif) dikejutkan dengan seekor ular di salah satu ranting pohon kemiri. Karena penasaran akan jenis ular tersebut maka rekan penulis (Syarif) berusaha untuk menangkap ular tersebut dengan menggunakan ranting pohon sebagai tongkat agar terhindar dari gigitan ular tersebut. Usaha untuk menangkap ular tersebut akhirnya gagal karena merasa terancam sehingga ular tersebut melebarkan kepalanya menyerupai sendok. Melihat reaksi ular ketika terancam dapat dipastikan bahwa jenis ular tersebut adalah kobra. Ular dengan corak atau warna tubuh yang hitam legam ini masyarakat lokal menyebutnya dengan ular hitam.

Kamis, 25 Februari 2021

KUPU-KUPU Udara camenae euphon di GERBANG TELAGA TAMBING

 

Wabah covid 19 yang terjadi sejak tahun 2020 hingga saat ini telah menyebabkan banyak perubahan pada semua aspek kehidupan di bumi. Untuk mengurangi resiko penularan covid 19 yang semakin melonjak pihak Taman Nasional Lore Lindu melakukan pembatasan pengunjung yang datang berlibur di kawasan Taman Nasional Lore Lindu khususnya di objek wisata Telaga Tambing. Wabah covid 19 yang tak kunjung berakhir yang menyebabkan pembatasan masuk di objek wisata Telaga Tambing  makin diperparah dengan kejadian penyerangan terhadap masyarakat yang mengakibatkan terjatuhnya korban jiwa sebanyak 4 orang di Desa Lembantongoa Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi pada hari Jumat tanggal 27 November 2020. Menyikapi hal tersebut, pihak Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu mengambil keputusan dengan menutup sementara aktifitas pelayanan pengunjung ke kawasan Taman Nasional Lore Lindu sejak tanggal 30 November 2020 hingga adanya pemberitahuan selanjutnya.

Senin, 07 September 2020

ALASAN KOALA TIDUR SAMBIL MEMELUK BATANG POHON

Ilustrasi koala tidur (sumber: pixabay.com)

Saat membayangkan koala, pikiran kita mungkin akan tertuju pada hewan kecil yang sedang memiringkan kepalanya sambil memeluk pohon. Mungkin, pohon memang tempat favorit koala menghabiskan waktu. Dari mulai makan sampai tidur, semuanya dilakukan di pohon. Cara tidur marsupial asal Australia yang unik ini membuat banyak orang mengira bahwa koala sedang istirahat di tempat yang lebih stabil setelah makan daun di dahan. Namun, ternyata bukan itu alasannya. Batang pohon rupanya membuat koala tetap merasa dingin.
"Tidur di pohon bisa menjadi cara yang sangat efektif untuk menghilangkan panas di hari yang sangat terik," ujar rekan penulis studi Michael Kearney, seorang ahli ekologi di University of Melbourne di Australia, seperti dilansir Live Science, 3 Juni 2014.
Kearney dan Natalie Briscoe menemukan fakta itu setelah mempelajari bagaimana makhluk yang hidup di Pulau French, dekat Melbourne, Australia, mengatur suhu tubuh ketika menghadapi hari-hari panas karena perubahan iklim. Wilayah tersebut sejuk hampir sepanjang tahun. Namun, saat musim panas tiba, suhu di sana melonjak hingga 40 derajat celsius.

Jumat, 24 Juli 2020

MENGENAL BERAGAM MANFAAT BANGKARA (LANTANA CAMARA)


Bagi yang berkecimpung dalam dunia kupu-kupu pasti sangat mengenal Bangkara (Lantana camara).  Jenis tumbuhan ini merupakan tumbuhan favorit kupu-kupu, berbagai penelitian kupu-kupu mendapatkan hasil bahwa bangkara merupakan jenis sumber pakan utama kupu-kupu, ketika bunga bangkara melimpah, maka keberadaan kupu-kupu akan meningkat pula. 
Selain sebagai sumber makanan kupu-kupu, secara ekologi bangkara juga diketahui mempunyai manfaat sebagai bahan bioherbisida pra tumbuh untuk pengendalian gulma. Bioherbisida adalah  suatu bahan  alami  yang digunakan untuk  mengendalikan  gulma,  dan  bersifat aman  karena  mudah  terdegradasi  dalam tanah  sehingga  tidak menimbulkan  residu.  Bangkara digunakan sebagai bioherbisida karena mengandung senyawa saponin, tanin, flavonoid, alkaloid dan fenolik.  Senyawa  alelopati  tersebut  dapat menghambat  aktivitas enzim-enzim yang melakukan degradasi cadangan  makanan dalam  benih  sehingga  energi  biji  untuk tumbuh rendah (Mirnawati 2017).

Senin, 13 Juli 2020

MENGENAL TARSIUS


Indonesia salah satu negara yang memiliki keanekragaman hayati (biodiversity) yang tinggi, secara global negara kita merupakan rumah bagi 12% mamalia, 16% reptil dan amfibi, 17% burung, 10% tanaman berbunga, serta 25% spesies ikan.  Pada tulisan kita akan membahas salah satu biodiversitas yang kita miliki, yaitu Tarsius.
Tarsius adalah primata dari genus Tarsius, suatu genus monotipe dari famili Tarsiidae, satu-satunya famili yang bertahan dari ordo Tarsiiformes. Satwa khas yang mendiami wilayah Sulawesi yang merupakan bagian dari kawasan Wallacea adalah tarsius (tangkasi).  Groves dan Shekelle (2010) menyatakan bahwa, terdapat lebih dari 16 populasi tarsius di Sulawesi yang dapat digolongkan menjadi spesies terpisah, namun, sampai saat ini hanya 9 species yang telah diberi nama yaitu, Tarsius tarsier Erxleben 1777, Tarsius fuscus Fischer 1804, Tarsius sangirensis Meyer 1897, Tarsius dentatus Miller and Hollister 1921, Tarsius pelengensis Sody 1949, Tarsius lariang Merker and Groves 2006, Tarsius tumpara Shekelle et al. 2008, Tarsius wallacei Merker et al. 2010, Tarsius pumilus Miller and Hollister 1921.

Sabtu, 11 Juli 2020

10 FAKTA UNIK SOAL KUPU-KUPU YANG BELUM PERNAH KAMU TAHU


Dari yang cantik biru kecil sampai yang berukuran besar dengan berbagai corak, kupu-kupu penuh warna adalah "bunga terbang" alami. Semua orang sudah gak asing dengan kupu-kupu, tapi seberapa jauh sih kamu mengenal tentang serangga ini? Berikut adalah 10 fakta ilmiah unik soal kupu-kupu!
1. Sayap kupu-kupu itu transparan
Kok bisa? Yang kita tahu kan kupu-kupu punya sayap paling berwarna dan mencolok! Nah, sayap kupu-kupu sebenarnya terbentuk dari lapisan-lapisan chitin, sebuah protein yang membentuk eksoskeleton serangga. Lapisan-lapisan ini saking tipisnya kamu bisa melihat menembusnya.
Ribuan sisik kecil menyelimuti chitin transparan ini dan sisik-sisik ini memantulkan cahaya dalam warna-warna berbeda. Seiring kupu-kupu bertambah usia, ia akan memunculkan titik transparan di mana lapisan chitin-nya akan terekspos. Jadi makin tua kupu-kupu, sayapnya akan makin nampak transparannya.

Rabu, 08 Juli 2020

AIR TERJUN, APAKAH HANYA SEBAGAI TEMPAT REKREASI ATAU BISA MENJADI TEMPAT EDUKASI BAGI ANAK-ANAK?

Siapa yang tak keberatan jika diajak ke tempat yang seperti ini? Air terjun memiliki khas nya tersendiri untuk dijadikan tempat rekreasi. Apalagi mendengar deru airnya yang jatuh dari ketinggian. Air terjun yang bertempat di Kabupaten donggala ini belum terlalu ramai pengunjung dan terlihat yang menjadi pengunjung dominan ditempat ini ialah anak-anak. Entah sekedar bermain maupun ingin mandi.

Kamis, 11 Juni 2020

FEJERVARYA LIMNOCHARIS DI TENGAH KEBUN


Mewabahnya covid 19 merubah secara drastis tatanan kehidupan yang telah mapan selama ini, guna menyikapi adanya wabah itu, beberapa perilaku sehari-hari berubah total menyesuaikan dengan kondisi pandemic covid 19.  Perubahan tersebut juga terjadi di organisasi kelembagaan, beberapa prosedur kelembagaan juga turut berubah, karena sebagian besar kinerja lembaga berbasis mobilitas anggota.  Lembaga dituntut untuk beradaptasi secara cepat guna menjaga roda lembaga tetap bergerak. 
Menghadapi pandemic covid 19 Rimpala Gagas yang merupakan lembaga aktif bergerak di bidang konservasi biodiversitas Sulawesi, melakukan langkah cepat dengan memaksimalkan semua aktivitas di tengah pembatasan mobilitas masyarakat.  Dua garis besar kebijakan lembaga yaitu memaksimalkan studi literatur terhadap semua jenis flora dan yang menjadi fokus dari masing-masing departemen. Dan sebisa mungkin untuk mengidentifikasi flora dan fauna yang berada disekitar lingkungan kita dan dilakukan disela-sela aktivitas harian.

Selasa, 31 Desember 2019

CAPUNG GLOBE SKIMMER TEMPUH RUTE MIGRASI TERPANJANG DI DUNIA


Setiap Oktober jutaan capung—kebanyakan dari spesies umum bernama globe skimmer—mulai berdatangan di Maladewa, di sebuah kawasan berjarak lebih dari 482 kilometer barat daya India. Namun di akhir tahun, serangga ini menghilang dan muncul secara singkat di bulan Mei. Dari mana mereka? Ke mana tujuan mereka?
Charles Anderson, ahli biologi yang tinggal di Maladewa, yang mencatat data capung selama 14 tahun terakhir, memiliki teori menarik. Serangga yang berkembang biak di genangan air bersih ini tampaknya mengikuti hujan musiman.
Globe skimmer (Pantala flavescens) memiliki bentuk layaknya capung pada umumnya. Namun serangga yang satu ini punya siklus migrasi yang tak lazim, yakni rute terpanjang di dunia.
Menurut Anderson, setiap musim gugur mereka terbang dari India ke Afrika Timur melalui Maladewa dan menjalani rute serupa kembali berbulan-bulan kemudian. Sebuah perjanan dengan jarak tempuh total sekitar 17.702 kilometer. Jika Anderson benar, migrasi capung ini adalah yang terjauh dari serangga manapun, membuat mereka menjadi pejalan jauh terhebat di dunia satwa.

MENGAPA KUPU-KUPU RAJA KUAT BERMIGRASI JAUH?


Kupu-kupu Monarch berutang migrasi jarak jauh pada satu gen yang diasah untuk penerbangan efisien, menurut kajian yang diterbitkan pada Rabu, 1 Oktober 2014.
Kajian tentang gen kupu-kupu raja juga menunjukkan, bahwa kupu-kupu memulai sejarah evolusi mereka sebagai spesies migrasi yang tersebar ke seluruh dunia sebelum beberapa kelompok menetap dan akhirnya menjadi spesies setempat terpisah.
Dalam migrasi epik, kupu-kupu raja terbang dalam massa yang besar dari Meksiko ke Manitoba setiap tahun. Kisaran perjalanan yang telah membentang lebih jauh dan lebih jauh ke utara sejak akhir zaman es terakhir, berkat gen yang membuat otot kupu-kupu lebih efisien, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature.

CUACA DINGIN PICU MIGRASI KUPU-KUPU


Cuaca dingin yang melanda daerah pegunungan Meksiko, memicu kupu-kupu untuk berpindah ke arah utara. Menurut studi terbaru, jumlah serangga yang bermigrasi ini mencapai hingga setengah miliar.
"Apa yang paling berkesan untuk kami ialah bahwa ini adalah daerah kerentanan untuk kupu-kupu," kata Steven Reppert, peneliti dari University of Massachusetts Medical School, seperti dikutip Nbcnews, Jumat (22/2/2013).
Penelitian yang diterbitkan di jurnal Current Biology ini mengungkap dua populasi besar, kupu-kupu monarch (Danaus plexippus) yang hidup di Amerika Serika. Kupu-kupu ini juga hidup di Pantai Barat dan Amerika Utara.
Reppert dan kepala peneliti Patrick Guerra memusatkan perhatian pada kupu-kupu yang hidup di bagian timur Meksiko. Mereka meneliti kupu-kupu yang bermigrasi hingga menempuh jarak 2.000 mil (3.200 kilometer).

HIKING DAN TREKKING, APA BEDANYA?


Hiking dan Trekking, Apa Bedanya? Sudah pasti kalian sering mendengar istilah hiking dan trekking. Banyak yang menyangka kedua aktivitas ini sama, padahal jelas keduanya sangat berbeda, walaupun secara umum tujuannya sebagai arena untuk bersenang-senang. Lantas, apa sih perbedaan antara hiking dan trekking?
Secara umum, hiking merupakan bahasa pendakian yang merujuk kepada istilah kegiatan di luar ruangan dengan berjalan kaki di lingkungan alam, dimana jalur yang dilewati sudah terpetakan. Dengan kata lain, hiking merupakan kegiatan outdoor menyusuri jalur yang sudah disediakan.
Sedangkan trekking, merupakan perjalanan panjang dengan cara berjalan kaki. Biasanya, perjalanan ini mengambil tempat atau daerah yang tidak memiliki sarana transportasi, dan belum memiliki jalur resmi. Bahkan dengan trekking, kalian bisa menciptakan jalur alternatif untuk digunakan sebagai jalur hiking.

Senin, 16 September 2019

SPESIES KADAL TERANCAM PUNAH INI DIBERI PULAU TROPIS BARU UNTUK BERKEMBANG BIAK

foto: animalspot.net

Sudah hampir satu dekade sejak penampakan kadal ekor biru liar yang dikonfirmasi terakhir kali di Pulau Christmas Australia, tempat spesies ini sekarang dianggap punah di alam liar. Namun, para ilmuwan berhasil mengumpulkan beberapa lusin kadal berwarna-warni sebelum menghilang, dan berkat program penangkaran yang berhasil, sekitar 1.500 kadal ekor biru kini hidup di penangkaran.
Langkah selanjutnya adalah mulai melepaskan kadal hasil penangkaran kembali ke alam liar, berharap mereka akan membentuk populasi mandiri baru. Tetapi alih-alih melakukan itu di Pulau Christmas, di mana mereka mungkin menghadapi ancaman yang sama yang memusnahkan para pendahulu mereka, para petugas margasatwa mencoba pendekatan yang berbeda terlebih dahulu: memberi kadal pulau pribadi mereka.